Contact : +62 857 8232 9000

Table Of Content

  1. Akuntansi Keuangan (Financial Accounting)
  2. Akuntansi Pemeriksaan (Auditing)
  3. Akuntansi Biaya (Cost Accounting)
  4. Akuntansi Manajemen (Management Accounting)
  5. Akuntansi Perpajakan
  6. Bidang Akuntansi Peranggaran (Budgeting)
  7. Akuntansi Pemerintahan (Governmental Accounting)
  8. Sistem Akuntansi (Accounting System)
  9. Akuntansi Anggaran (Budgetary Accounting)
  10. Akuntansi Perbankan
  11. Akuntansi Internasional
  12. Akuntansi Pendidikan
  13. Akuntansi Sosial
  14. Akuntansi Sektor Publik
  15. Akuntansi Keperilakukan

p2

1. Akuntansi Keuangan

Bidang ini berkaitan dengan akuntansi dari suatu unit ekonomi secara keseluruhan. Akuntansi keuangan berkaitan dengan pelaporan keuangan untuk pihak di luar perusahaan. Laporan sukses ini bertujuan umum. Kegiatannya meliputi pencatatan kegiatan keuangan yang bertujuan untuk dapat menyajikan laporan keuangan. Laporan keuangan meliputi neraca, laporan laba rugi, dan laporan perubahan modal atau laporan laba ditahan untuk jangka waktu tertentu. Laporan keuangan ini dapat digunakan oleh pihak-pihak yang membutuhkan sebagai informasi untuk pengambilan keputusan dan kebijakan yang rasional dan relevan.

2. Akuntansi Audit (Auditing)

Dalam pengauditan akuntansi, kegiatan pengauditan dilakukan atas hasil pencatatan dan laporan keuangan. Akuntansi audit adalah bidang akuntansi yang berhubungan dengan audit yang dilakukan secara independen atas laporan yang dihasilkan oleh akuntansi keuangan. Jadi bidang akuntansi yang berhubungan dengan pemeriksaan laporan keuangan disebut Akuntansi Audit. Disebut juga cabang akuntansi yang menangani pemeriksaan independen atas laporan keuangan. Meskipun tujuan utama audit adalah membuat informasi akuntansi yang disajikan dengan andal, ada tujuan lain. Salah satu tujuan akuntansi audit lainnya adalah seperti kepatuhan terhadap kebijakan, prosedur, dan menilai efisiensi dan efektivitas suatu aktivitas. Dalam konsep ini yang mendasari pemeriksaan adalah objektivitas dan independensi pemeriksa serta kerahasiaan dan pengumpulan bukti yang cukup relevan.

3. Akuntansi Biaya

Akuntansi biaya adalah bidang akuntansi yang mencatat dan menghitung serta menganalisis data biaya pada suatu perusahaan industri dalam upaya untuk menentukan besarnya harga pokok produksi suatu barang atau produk. Untuk itu dengan adanya akuntansi biaya ini akan diperoleh laporan harga untuk menyusun laporan keuangan. Area ini menekankan penugasan dan kendali atas biaya. Akuntansi biaya akan mengarah pada penetapan biaya berbasis aktivitas. Dengan fungsi utama mengumpulkan dan menganalisis data tentang biaya, baik biaya yang telah terjadi maupun yang akan terjadi. Maka dari berbagai jenis akuntansi yang ada inilah yang tidak kalah pentingnya.

4. Akuntansi Manajemen

Akuntansi manajemen merupakan salah satu bidang akuntansi yang bertujuan untuk memberikan informasi kepada manajemen dalam menjalankan usahanya. Ada banyak hal yang terkandung dalam akuntansi biaya yang datanya digunakan oleh akuntansi manajemen. Jadi, walaupun kedua bidang akuntansi ini memiliki tujuan yang berbeda, namun penerapannya dapat dilakukan secara bersamaan. Beberapa kegunaan akuntansi manajemen adalah untuk mengontrol aktivitas perusahaan, memantau arus kas, dan menilai alternatif dalam pengambilan keputusan. Pengendalian perusahaan melalui manajemen berbasis aktivitas merupakan tren baru dalam akuntansi manajemen.

5. Akuntansi Pajak

Akuntansi perpajakan adalah akuntansi yang kegiatannya berkaitan dengan penentuan objek pajak yang menjadi tanggungan perusahaan dan penghitungannya untuk keperluan penyusunan laporan perpajakan. Kegiatan akuntansi perpajakan berfungsi untuk membantu manajemen dalam menentukan pilihan transaksi yang akan terjadi terkait pertimbangan perpajakan. Oleh karena itu, akuntansi yang berkecimpung di bidang ini harus mengetahui dengan baik tentang peraturan perundang-undangan perpajakan yang berlaku.

6. Bidang Akuntansi Penganggaran (Budgeting)

Penganggaran adalah bidang akuntansi yang menyusun anggaran untuk pendapatan dan pengeluaran. Anggaran merupakan pedoman bagi perusahaan, perseorangan, atau pemerintah dalam menjalankan aktivitas keuangannya di masa yang akan datang. Bidang ini berkaitan dengan penyusunan rencana keuangan yang berkaitan dengan kegiatan perusahaan untuk jangka waktu tertentu di masa yang akan datang serta analisis dan pengawasannya. Anggaran juga dapat dikatakan sebagai saran untuk menggambarkan tujuan perusahaan, anggaran yang berisi rencana kegiatan yang akan dilaksanakan, dan nilai uang di masa depan.

7. Akuntansi Pemerintahan

Akuntansi pemerintahan merupakan salah satu bidang akuntansi keuangan yang diterapkan di lembaga pemerintahan. Akuntansi pemerintahan bertujuan untuk menyajikan laporan keuangan, mengontrol dan mengawasi keuangan negara. Akuntansi pemerintahan diharapkan dapat mengelola administrasi keuangan negara dengan baik. Bidang ini mengkhususkan diri dalam pencatatan dan pelaporan transaksi di instansi pemerintah.

8. Sistem Akuntansi

Sistem akuntansi merupakan bidang akuntansi yang melaksanakan kegiatan dengan merancang cara-cara penyimpanan pencatatan akuntansi yang aman, efektif, dan efisien. Mulai dari menyusun dokumen hingga menyusun prosedur pencatatan.

9. Akuntansi Anggaran

Akuntansi anggaran adalah akuntansi yang kegiatannya berkaitan dengan pengumpulan dan pengolahan data tentang operasi keuangan yang telah terjadi, serta perkiraan kemungkinan yang akan terjadi untuk tujuan penentuan rencana operasi keuangan (anggaran) perusahaan dalam suatu waktu tertentu. Titik.

10. Akuntansi Perbankan

Mengingat pengertian akuntansi sebagai proses pencatatan, pengklasifikasian, penganalisisan, dan penafsiran data keuangan. Sehingga secara umum dapat dilihat bahwa akuntansi perbankan merupakan proses akuntansi bank yang juga meliputi pencatatan, pengklasifikasian, penganalisisan, dan interpretasi data keuangan bank yang dilakukan secara sistematis guna memenuhi kebutuhan pihak yang berkepentingan baik secara internal maupun eksternal.

11. Akuntansi Internasional

Akuntansi internasional merupakan standar tunggal pelaporan akuntansi yang memberikan tekanan pada revaluasi profesional dengan pengungkapan yang jelas dan transparan mengenai substansi ekonomi dari transaksi, penjelasan untuk mencapai kesimpulan tertentu. Dengan regulasi standar akuntansi atau aturan yang mengatur penyusunan laporan keuangan. Sedangkan proses penyusunan atau perumusan standar akuntansi disebut dengan penetapan standar.

Ada beberapa alasan mengapa standar akuntansi dibutuhkan, antara lain:

  • Hukuman di banyak negara untuk ketidakpatuhan terhadap persyaratan akuntansi cenderung lemah dan tidak efektif.
  • Perusahaan dapat secara sukarela melaporkan lebih banyak informasi dari yang seharusnya.
  • Beberapa negara mengizinkan perusahaan untuk mengabaikan standar akuntansi jika operasi dan posisi keuangan perusahaan disajikan dengan baik.

Penetapan standar akuntansi ini umumnya melibatkan kombinasi kelompok sektor swasta dan publik yang terdiri dari profesi akuntansi. Peran dan pengaruh kelompok-kelompok ini dalam menetapkan standar akuntansi berbeda dari satu negara ke negara lain.

12. Akuntansi Pendidikan

Akuntansi pendidikan adalah bidang khusus akuntansi yang mengarah ke pendidikan. Yakni dalam kegiatan belajar mengajar akuntansi atau aspek lain yang berkaitan dengan masalah pendidikan itu sendiri. Kebijakan desentralisasi pendidikan diyakini mampu meningkatkan efisiensi, relevansi, pemerataan dan mutu pendidikan serta memenuhi prinsip keadilan dan demokratisasi.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat beberapa aspek dalam akuntansi pendidikan yaitu:

  • Anggaran sekolah.
  • Sarana prasarana sekolah.
  • Manajemen sekolah.
  • Partisipasi orang tua.
  • Akuntabilitas operasi.
  • Untuk mencapai tujuan desentralisasi pendidikan, pemerintah perlu menata kembali penyelenggaraan pendidikan terutama yang berkaitan dengan struktur lembaga pendidikan.

Sejalan dengan itu, pemerintah perlu menyiapkan landasan hukum berupa peraturan perundang-undangan, peraturan pemerintah, dan keputusan menteri untuk melaksanakan desentralisasi pendidikan agar sejalan dengan semangat dan semangat otonomi daerah.

13. Akuntansi Sosial

Akuntansi sosial adalah akuntansi yang menangani proses mengkomunikasikan dampak sosial dan lingkungan dari tindakan ekonomi suatu badan usaha untuk kepentingan kelompok orang tertentu dan masyarakat luas.

Penggunaan akuntansi sosial untuk program tanggung jawab sosial perusahaan. Akuntansi ini juga dikenal sebagai akuntansi pertanggungjawaban. Salah satu contoh akuntansi sosial adalah pemberian beasiswa kepada masyarakat.

14. Akuntansi Sektor Publik

Akuntansi sektor publik adalah akuntansi dana publik, yang selanjutnya dapat diartikan sebagai mekanisme teknis dan analisis akuntansi yang diterapkan pada pengelolaan dana publik pada lembaga dan departemen tinggi negara di bawahnya.

15. Akuntansi Perilaku

Akuntansi perilaku merupakan ilmu akuntansi yang digabungkan dengan ilmu sosial. Dengan kata lain, akuntansi perilaku merupakan ilmu yang mempelajari pengaruh perilaku manusia sehingga dapat mempengaruhi data akuntansi dan pengambilan keputusan bisnis. Begitu pula sebaliknya, bagaimana akuntansi dapat mempengaruhi perilaku manusia dan pengambilan keputusan bisnis.

Txt ENPicsArt 01 19 05.32.18

Open chat